Urgensi
bimbingan dan konseling
Dalam dunia
pendidikan, ada pernyataan bimbingan identik dengan pendidikan. Hal ini
diartikan bahwa apabila seseorang melakukan kegiatan mendidik berarti ia juga
sedang membimbing, dan juga sebaliknya apabila seseorang melakukan aktivitas
membimbing (memberikan pelayanan bimbingan), berarti ia juga sedang mendidik.
Berkenaan dengan pernyataan diatas, timbul pertanyaan : “mengapa pelayanan
bimbingan dan konseling masih diperlukan dalam dunia pendidikan”? atau “mengapa
pelayanan bimbingan dan konseling diperlukan baik disekolah maupun
dimadrasah”?.
Paparan
berikut semoga dapat menjawab pertanyaan diatas.
Pelayanan bimbingan dan konseling
(disingkat BK) bisa dilakukan dalam setting lembaga pendidikan (sekolah atau
madrasah), keluarga, masyarakat, organisasi, industry, dan lain sebagainya.
Pembahasan dalam materi ini memfokuskan pada pelayanan bimbingan dan konseling
dalam setting lambaga pendidikan formal (madrasah). Awalnya, bimbingan dan
konseling tidak diperuntukkan bagi dunia pendidikan. Tetapi, dalam perkembangan
dan pelaksanaannya diterapkan dalam dunia pendidikan.
Berbagai fenomena perilaku peserta
didik dewasa ini seperti tawuran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan
psikotropika, perilaku seksual menyimpang, degradasi moral, pencapaian hasil
belajar yang tida memuaskan, tidak lulus ujian, gagal UAN dan lain sebagainya,
menunjukkan bahwa tujuan pendidikan yang salah satu upaya pencapaiaanya melalui
proses pembelajaran, belum sepenuhnya mampu menjawab dan memecahkan berbagai
masalah tersebut. Upaya tersebut adalah melalui pendekatan bimbingan dan
konseling yang dilalakukan diluar situasi proses pembelajaran. Selain bebagai
alasan diatas, ada beberapa alasan mengapa pelayanan bimbingan dan konseling
diperlukan dalam dunia pendidikan terutama dalam lingkup sekolah atau madrasah.
Pertama, Perkembangan IPTEK. Perkembangan pengetahuan dan teknologi yang
demikian cepat menimbulkan perubahan-perubahan dalam berbagai sendi kehidupan
sosial, budaya, politik, ekonomi, industri, dan lain sebagainya. Disatu sisi,
perkembangan IPTEK juga berdampak pada perkembangan karier atau jenis lapangan
pekerjaan tertentu. Disisi lain, perkembangan IPTEK akan membawa dampak pada
timbulnya maslah hubungan sosial, tenaga ahli, lapangan pekerjaan, pengangguran
dan lain sebagainya. Selain itu, perkembangan IPTEK juga membawa dampak positif
dan negatif. Seiring dengan hal tersebut, lajunya pertumbuhan penduduk juga
semakin menanambah kompleksnya masalah.
Berbagai problem yang amat kompleks
sebagai akibat perkembangan IPTEK seperti disebutkan pada penjelasannya bahwa
individu dihadapkan pada situasi yang penuh dengan perubahan-perubahan yang
serba cepat dan kompleks. Berbagai persoalan yang dihadapi individu seiring
dengan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, hubungan sosial antar
individu, kesempatan memperoleh pendidikan, kesempatan memperoleh pekerjaan, persaingan
antar individu dan lain sebagainya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak
dapat melepaskan diri dari situasi kehidupan seperti yang dikemukakan diatas,
dan memiliki tanggung jawab untuk membantu para sisiwa baik sebagai pribadi
maupun sebagai calon anggota masyarakat. Sebagai lembaga formal, sekolah
termasuk madrasah bertanggung jawab mendidik dan menyiapkan peserta didik agar
mampu (berhasil) menyesuaikan diri didalam masyarakat dan mampu memecahkan
berbagai masalah yang dihadapinya. Untuk itu perlu adanya layanan bimbingan dan
konseling diluar kegiatan proses pembelajaran guna membantu peserta didik dalam
memecahkan persoalan yang dihadapi.
Kedua, Makna Dan Fungsi Pendidikan. Kebutuhan akan layanan bimbingan dan
konseling dalam pendidikan berkaitan erta denga hakikat antara makna dan fungsi
pendidikan dalam keseluruhan aspek pendidikan. Selain itu, kebutuhan layanan
pendidikan juga berkaitan erat dengan pandangan akan hakikat dan karakteristik
peserta didik. Hadirnya layanan bimbimngan dan konseling dalam pendidikan
adalah apabila kita memandang bahwa pendidikan merupakan upaya untuk mencapai
perwujudan manusia secara keseluruhan (kaffah). Pendidikan pada hakikatnya
merupakan usaha sadar untuk pengembangan kepribadian yang berlangsung seumur
hidup baik disekolah maupun di madrasah. Pendidikan juga bermakna proses
membantu individu baik jasmani dan rohani kearah terbentuknya kepribadian utama
(pribadi yang berkualitas). Kualitas manusia yang dimaksud adalah pribadi yang
paripurna, yaitu pribadi yang serasi, selaras, dan seimbang dalam aspek-aspek
spiritual, moral, sosial, intelektual, fisik, dan sebagainya. Makna dan tujuan
dari pernyataan diatas adalah bahwa inti tujuan pendidikan adalah terwujudnya
kepribadian yang optimal dari setiap peserta didik. Tujuan inilah yang ignin
dicapai dalam layanan bimbingan dan konseling. Untuk mencapai tujuan tersebut,
setiap kegiatan pendidikan hendaknya diarahkan untuk tercapainya pribadi-pribadi
yang berkembang optimal sesuai potensi dan karakteristiknya masing-masing.
Ketiga, Guru. Tugas dan tanggung jawab utama guru sebagai pendidik yaitu
mendidik sekaligus mengajar, yaitu membantu peserta didik untuk mencapai
kedewasaan. Dalam proses pembelajaran tugas utama guru selain sebagai pengajar
juga pembimbing. Fungsi sebagai pengajar sekaligus pembimbing terintegrasi
dalam peran guru dalam proses pembelajaran. Untuk dapat menjalankan tugas ini
secara efektif, guru hendaknya memahami semua aspek pribadi peserta didik baik
fisik maupun psikis. Guru hendaknya mengenal dan memahami tingkat perkembangan
peserta didiknya yang meliputih kebutuhan, pribadi, kecakapan, kesehatan
mentalnya, dan lain sebagainya. Perlakuan bijaksana akan muncul apabila guru
benar-benar memahami seluruh aspek peserta didiknya.
Keempat, Faktor Psikologis. Dalam proses pendidikan disekolah termasuk
madrasah, siswa merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan segala
karakteristiknya. Sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses
perkembangan, siswa memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan
lingkungannya. Selain itu, siswa sebagai pelajar, senantiasa terjadi perubahan
perilaku sebagai akibat hasil proses belajar yang telah dilakukan oleh siswa.
Beberapa aspek psikologis dalam pendidikan yang bersumber dari siswa seperti
disebutkan di atas, dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis pula.
Masalah-masalah psikologis yang timbul pada siswa menuntut adanya upaya
pemecahan melalui pendekatan psikologis antara lain melalui layanan bimbingan
dan konseling
Berdasarkan faktor-faktor diatas,
dapat disimpulkan bahwa alasan diperlukannya pelayanan bimbingan dan konseling
dalam dunia pendidikan karena perkembangan IPTEK, makna dan fungsi pendidikan,
guru serta faktor psikologis merupakan komponen-komponen terpenting dalam proses
pendidikan, yang memiliki keterkaitan dan ketersinambungan diantara setiap faktor
perkembangannya. Sehingga, bentuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai
urgensi dalam pendidikan pada kenyataanya sangat dibutuhkan melalui pelaksanaan
pelayanan bimbingan dan konseling yang berbasis layanan dan orientasinya
diperlukan dalam sekolah atau pun madrasah, sebagai jawaban dalam mengatasi
masalah yang di hadapi siswa.
Komentar
Posting Komentar